Tips Memoto Rumah Atau Properti Terlihat Keren

Tips Fotografi Properti

Tips Fotografi Properti Rumah - Properti atau rumah anda adalah objek foto yang menarik untuk diambil gambarnya. Memoto Properti tentu tidak boleh sembarangan anda harus memerhatikan berbagai sudut properti anda baik dari luar maupun dalam apalagi jika tujuannya untuk memasarkan atau menjual properti tersebut. Berikut Moeoto.com hadirkan tips memoto properti agar terlihat bagus dan menarik.

Dedif Murdiansah, fotografer lepas yang kerap mengerjakan foto properti menuturkan bahwa fotografi merupakan unsur seni yang melukis dengan cahaya dan berikut ini tips darinya untuk mengambil gambar properti seperti dikutip dari Liputan6 dan Rumah.com .

Tips Fotografi Properti


Setting Atau Pengaturan Kamera Berbeda Beda Dalam Berbagai Kondisi

“Bila mengambil foto ruangan tertutup menggunakan DSLR disarankan untuk tidak menggunakan ISO di atas 1.600, karena akan terlalu terang dan menyebabkan noise (muncul bintik-bintik pada hasil gambar). Sedangkan bila menggunakan kamera mirrorless masih dibolehkan menerapkan iso 12.800.”

“Selanjutnya, jangan lupa atur pencahayaan. Pencahayaan sangat penting agar obyek (ruangan) tidak terlihat gelap. Apabila gelap, tentu saja memberikan kesan kumuh atau kotor. Ini tidak akan menjual,” katanya.

Ia memberi saran, sebaiknya gunakan lighting (pencahayaan) tambahan di luar dari kesatuan kamera. Misalnya, untuk diletakkan pada bagian bawah tempat tidur atau sofa.

“Jika menggunakan kamera pocket atau telepon genggam, Anda juga harus bersabar. Saat mengambil gambar, tubuh sebaiknya tidak langsung bergerak. Sebaliknya, tubuh dan tangan harus diam hingga obyek sudah tertangkap kamera. Karena kamera telepon genggam lebih sensitif dibandingkan kamera mirrorless atau DSLR,” tambahnya.

Perhatikan angle (sudut pandang) pengambilan foto


Memperhatikan pengambilan angle sangatlah penting. Karena, bisa memberikan informasi produk dari berbagai sudut secara visual.

Dalam istilah fotografi ada enam jenis angle yakni, eye level, the bird’s eye view, high angle, low angle, frog angle, dan canted angle.

“Biasanya untuk mengambil foto rumah dan semua sudut ruangan, angle yang dipakai antara lain eye level (setinggi arah mata lurus memandang), the bird’s eye view (angle yang diambil dari ketinggian untuk melihat semua sudut), high angle (lebih tinggi dari arah pandangan mata), dan low angle (pengambilan gambar dari angle lebih rendah dari mata). Satu ruangan bisa diambil dengan empat angle yang berbeda,” jelasnya.

Angle penerapan untuk ruangan


Boy Leonard, penulis Rumah.com, mengatakan pengambilan foto untuk ruangan tidak hanya fokus pada obyek, namun juga continuity. Yakni kesinambungan antara gambar pertama dan gambar kedua dan seterusnya, sehingga orang yang melihat foto tersebut bisa membayangkan posisi masing-masing ruangan di dalam sebuah rumah secara keseluruhan.

“Jadi, seandainya denah belum siap, maka Anda bisa menggunakan cara ‘menceritakan’ ruangan kepada pembaca, yakni dengan cara menyertakan obyek-obyek yang sama dari sudut berbeda secara berurutan,” katanya.

Misalnya, dalam Project Review yang dilakukan Rumah.com dengan mengambil foto ruangan di Perumahan Amarillo Village dengan eye level angle. Konsumen akan melihat ruangan berwarna hijau, seakan penasaran dan bertanya ada apakah di dalamnya.

"Dengan berpatokan pada tangga tersebut, Anda bisa memperkirakan di bagian rumah sebelah mana letak area tamu, dapur, dan lain-lain yang terlihat pada gambar kedua. Seandainya tangga tidak disertakan pada foto kedua, konsumen akan kesulitan memperkirakan letak area tersebut," ia menambahkan.

'Dapur' sebagai continuity untuk pengambilan dari sudut berbeda.


"Pada gambar berikutnya, continuity adalah area 'dapur'. Dengan menjadikan 'dapur' sebagai patokan, orang menjadi tahu letak kamar mandi, gudang, dan sebagainya," ia menjelaskan.

Untuk mempermudah orang memperkirakan letak-letak ruangan di rumah, Dedif menyarankan untuk mengambil gambar dengan sudut pengambilan seluas mungkin.

“Terakhir, bila ruangan sangat minimalis, tips yang harus dipehatikan adalah angle terjauh. Anda berdiri sedikit lebih jauh untuk bisa mengambil seluruh ruangan. Adapun lensa yang dipakai adalah lensa wide (lebar) yang cenderung melengkung,” ujar Dedif.

Perhatikan kerapatan pixel

Terakhir, adalah memperhatikan kerapatan pixel. Maksudnya, konsentrasi pixel pada layar tertentu yang diukur per inchi/pixel per inch (ppi). Kerapatan pixel dihitung dengan membagi resolusi pixel diagonal layar dengan ukuran diagonal. Semakin kecil ppi maka setiap pixel bisa semakin terlihat jelas.

Saat ditanya, berapakah kerapatan pixel foto yang akan dipasang pada media online seperti website atau media sosial, Dedif mengatakan 72 pixel/inchi – 100 pixel per inchi, sudah cukup. Namun, untuk keperluan cetak, sebaiknya tidak kurang dari 300 ppi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.