Tawuran Terjadi Lagi di Indonesia, Bulaksumur Desember 2016

Polisi Gagalkan Tawuran, 11 Remaja Diamankan

Entah apa yang ada dipikaran remaja jaman sekarang yang menganggap bahwa kekerasan adalah jalan satu-satunya seperti tawuran yang hampir terjadi di Bulaksumur, seperti yang moeoto.com kutip dari okezone berikut.
Jajaran Polsek Bulaksumur bersama warga mengamankan 11 remaja yang hendak melakukan aksi tawuran, Selasa (27/12/2016). Dari tangan para remaja ini berhasil diamankan beberapa gir serta pentungan.

Kapolsek Bulaksumur, Kompol Suhardi mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat perihal adanya sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran.

Akhirnya, setelah berkoordinasi tepatnya di kawasan Manggungsari Ringroad Utara pukul 02.00 WIB polisi berhasil mengamankan 11 remaja tersebut dan menggiring ke Mapolsek Bulaksumur.

"Kita amankan semua anak dengan barang bukti sebuah gir yang telah diberi tali, tongkat yang sudah diberi besi, beberapa batu dan enam unit sepeda motor. Anak-anak ini yakni AP (19), IR (17), RY (16), TA (20), YT (17), IA (17), FS (15), MR (16), YM (16), YDS (16) dan N (16) sudah sempat berputar namun memang belum melakukan aksi," terangnya, seperti dikutip dari KRjogja.

Dari 11 remaja tersebut, ada satu perempuan yang juga turut diamankan di Mapolsek Bulaksumur. "Kita amankan juga satu remaja perempuan yang ikut dalam rombongan, kita juga lakukan penahanan di tahanan Polsek Bulaksumur," jelasnya.

Terkait motif melakukan tawuran, Kapolsek menjelaskan bawasanya mereka hendak membalas dendam karena salah satu pernah menjadi korban pengeroyokan di Pakem. "Mereka berniat mencari pelaku, namun belum ketemu kita sudah berhasil amankan," lanjutnya.

Selain terpaksa menginap di balik jeruji besi Mapolsek Bulaksumur, remaja yang berusia 15-20 tahun ini bersiap dengan jeratan undang-undang darurat tentang kepemilikan senjata tajam.

"Kita tak pedulikan usia lagi, kita tetap proses sesuai hukum, kalau memang tak ada Undang-undang yang bisa menjerat maka kita akan upayakan hukuman dalam bentuk lain," pungkas Suhardi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.